revisi kuratorial Pameran Narsis Tugitu Unite “Bolak-balik Photocopy”

Mei 16, 2010

Kuratorial Pameran Narsis Tugitu Unite

“Bolak-Balik Fotocopy”

Kali ini Tugitu Unite, sebuah kelompok kepemudaan kreatif (kalo boleh dibilang seperti itu) yang di prakarsai teman-teman dari sebuah kontrakan di sekitaran belakang Kantor  Kecamatan Jebres. Kelompok ini cukup menarik,  mereka setiap 2 bulan sekali membuat zine yang dibiayai oleh kantong mereka masing-masing(tentunya dengan donator lainnya). Paling tidak Tugitu Unite telah memberi warna baru dalam dunia kesenirupaan khususnya di Solo.

Dengan formasi personil-personilnya yang memiliki berbagai ragam hobi, dari berdisko, mancing, membuat mereka memiliki ragam kegiatan yang berbeda-beda. Namun ada satu kegiatan yang rupanya sangat mereka gemari, semua personil Tugitu suka melakoninya, yaitu fotocopy. Ini bisa sangat dimengerti, karena dalam kekaryaan mereka memang selalu melibatkan mesin fotocopy dalam teknis kekaryaannya. Pada prinsipnya mesin fotokopi adalah peralatan kantor yang membuat salinan ke atas kertas dari dokumen, buku, maupun sumber lain. Mesin fotokopi zaman sekarang menggunakan xerografi, proses kering yang bekerja dengan bantuan listrik maupun panas. Mesin fotokopi lainnya dapat menggunakan tinta.

Maka dari itu, judul pameran mereka kali ini yang diselenggarakan di Rumput Kota Art Initiative adalah “Bolak-balik Fotocopy”. Fotocopy memang telah menjadi bagian penting bagi kita, khususnya para mahasiswa, begitu juga para personil Tugitu Unite. Sering kali mesin fotocopy seolah-olah menodong kita untuk menggunakan jasanya. Misalnya ketika kita berurusan dengan administrasi Negara, sudah pasti kita akan diwajibkan memfotocopy document-document yang dibutuhkan.

Ini adalah satu bentuk kejelian Tugitu untuk menangkap sebuah mesin yang digunakan dalam berproses kreatif. Jadi “Bolak-balik Fotocopy” merupakan indikasi rutinitas Tugitu dalam berproses kreatif, dan hasilnya adalah karya-karya yang dipamerkan pada pameran kali ini. Ini sejalan dengan konsep pameran di Rumput Kota yaitu karya-karya yang muda, mudah, dan murah, tanpa mengkesampingkan nilai estetik didalamnya.

Kenapa pameran narsis? Karena memang dalam karya pameran Tugutu kali ini memang menunjukkan kenarsisan mereka dalam berkarya. Mereka mememasukkan pencitraan-pencitraan diri mereka sendiri disetiap karyanya. Pencitraan-pencitraan tersebut bisa mengalami perubahan, pengurangan, atau penambahan image sesuai keinginan mereka. Kecurigaan curator dalam pameran mereka kali ini adalah Tugitu memang ingin menampilkan diri mereka sendiri berkedok karya dengan gaya masing-masing.

Namu pada karya “Bersama Kita Photocopy”, sungguh menggelitik ketika menikmati karya ini. Karya ini bercitrakan 2 Robocop, si polisi robot dari amrik yang muncul setengah badan dari belakan 2 mesin photocopy lengkap dengan senjata laras pendeknya. Dibawah 2 mesin photocopy tersebut terdapat teks “Bersama Kita Photocopy”. Ini mengingatkan saya pada slogan yang sering terdengar pada saat pemilu presiden 2 periode yang lalu, “Bersama Kita Bisa”. Masih ingatkah anda pasangan mana yang memiliki slogan tersebut? Jawabannya ada di karya ini. Dengan kenakalan mereka, setengah wajah bagian bawah Robocop yang seharusnya bule, disulap menjadi separo wajah bagian bawah pasangan presiden tersebut. Ini bisa jadi sebagai bentuk kenarsisan mereka dengan pemahaman sebagai sebuah bangsa. Bahwa dalam karya ini kedua tokoh tersebut dicitrakan sebagai pembasmi kejahatan, pembela kebenaran, dan kuat perkasa. Ataukah justru sebagai parody bahwa mereka adalah sepasang  pemimpin yang diseragami robot(dari amrik) lengkap dengan senjata untuk menunaikan tugasnya dengan baik. Apapun itu, intinya bahwa pasangan ini tetap menganjurkan kita untuk bersama-sama kita photocopy. Memasyarakatkan photocopy, dan mem-photocopy-kan  masyarakat!

Semoga pameran ini bisa menambah wacana daqn alternative dalam berproses kreatif bagi siapapun yang memiliki hasrat untuk berkarya. Selamat menikmati dan mengkoleksi!

Herlambang Bayu Aji, 2010

Mei 14, 2010

Review workshop and exhibiton “Dress Yourself”

In March, Rumput Kota opened for everyone to join our first art project, is a graphic art on t-shirt workshop called “Dress Yourself”. We published this opportunity by mail, our blog, posters, and sms. Than we had 10 participants, 7 college students, a high school student, a public, and a foreigner who has a volunteer  project in Indonesia.

Every participant paid to registered, than from this money they get a free t-shirt, we prepare for all equipment what we will need during the workshop. Our workshop took 3 days. The first and second days was took 3 hours. And the last day took 7 hours.

In the first day,we invited Tatuk Marbudi, a founder and designer of Evergreen, a famous clothing in Solo. Tatuk told about how he developed Evergreen with his other friends, how the strategy of marketing and their idealism applied in clothing bussines. And why he choose clothing as a media of their art? It was really interesting for us. Tatuk said that it was not so easy  to develop it, but he and his friends are still exist till now, and I can say that they are growing now. They are one of the biggest clothing service in Solo.

In workshop, participants learned how to print a design on t-shirt. we used silk screen and wood cut. Some participant used method to draw on papers first, than applied on silk screen than print it. But a participant use wood cut technique, and a participant used a photo than processed more in computer than applied on silk screen.

The mentor, called Edi Gombloh (member of Darurart) showed to participant the materials, tools, and technique.  In three days, every participants finally done their t-shirt with their own designs.

It  was nice for Rumput Kota that we can organized this project. We shared knowledge. We become friends between organizer, mentor and participants.

rumputkota, 2010

Kuratorial Pameran Tugitu Unite “Bolak-Balik Fotocopy” Kali ini Tugitu Unite, sebuah kelompok kepemudaan kreatif (kalo boleh dibilang seperti itu) yang di prakarsai teman-teman dari sebuah kontrakan di sekitaran belakang Kantor Kecamatan Jebres. Kelompok ini cukup menarik, mereka setiap 2 bulan sekali membuat zine yang dibiayai oleh kantong mereka masing-masing(tentunya dengan donator lainnya). Paling tidak Tugitu Unite telah memberi warna baru dalam dunia kesenirupaan khususnya di Solo. Dengan formasi personil-personilnya yang memiliki berbagai ragam hobi, dari berdisko, mancing, membuat mereka memiliki ragam kegiatan yang berbeda-beda. Namun ada satu kegiatan yang rupanya sangat mereka gemari, semua personil Tugitu suka melakoninya, yaitu fotocopy. Ini bisa sangat dimengerti, karena dalam kekaryaan mereka memang selalu melibatkan mesin fotocopy dalam teknis kekaryaannya. Maka dari itu, judul pameran mereka kali ini yang diselenggarakan di Rumput Kota Art Initiative adalah “Bolak-balik Fotocopy”. Fotocopy memang telah menjadi bagian penting bagi kita, khususnya para mahasiswa, begitu juga para personil Tugitu Unite. Sering kali mesin fotocopy seolah-olah menodong kita untuk menggunakan jasanya. Misalnya ketika kita berurusan dengan administrasi Negara, sudah pasti kita akan diwajibkan memfotocopy document-document yang dibutuhkan. Ini adalah satu bentuk kejelian Tugitu untuk menangkap sebuah mesin yang digunakan dalam berproses kreatif. Jadi “Bolak-balik Fotocopy” merupakan indikasi rutinitas Tugitu dalam berproses kreatif, dan hasilnya adalah karya-karya yang dipamerkan pada pameran kali ini. Ini sejalan dengan konsep pameran di Rumput Kota yaitu karya-karya yang muda, mudah, dan murah, tanpa mengkesampingkan nilai estetik didalamnya. Semoga pameran ini bisa menambah wacana daqn alternative dalam berproses kreatif bagi siapapun yang memiliki hasrat untuk berkarya. Selamat menikmati dan mengkoleksi! Herlambang Bayu Aji, 2010

Mei 5, 2010

Kuratorial Pameran Tugitu Unite

“Bolak-Balik Fotocopy”

Kali ini Tugitu Unite, sebuah kelompok kepemudaan kreatif (kalo boleh dibilang seperti itu) yang di prakarsai teman-teman dari sebuah kontrakan di sekitaran belakang Kantor  Kecamatan Jebres. Kelompok ini cukup menarik,  mereka setiap 2 bulan sekali membuat zine yang dibiayai oleh kantong mereka masing-masing(tentunya dengan donator lainnya). Paling tidak Tugitu Unite telah memberi warna baru dalam dunia kesenirupaan khususnya di Solo.

Dengan formasi personil-personilnya yang memiliki berbagai ragam hobi, dari berdisko, mancing, membuat mereka memiliki ragam kegiatan yang berbeda-beda. Namun ada satu kegiatan yang rupanya sangat mereka gemari, semua personil Tugitu suka melakoninya, yaitu fotocopy. Ini bisa sangat dimengerti, karena dalam kekaryaan mereka memang selalu melibatkan mesin fotocopy dalam teknis kekaryaannya.

Maka dari itu, judul pameran mereka kali ini yang diselenggarakan di Rumput Kota Art Initiative adalah “Bolak-balik Fotocopy”. Fotocopy memang telah menjadi bagian penting bagi kita, khususnya para mahasiswa, begitu juga para personil Tugitu Unite. Sering kali mesin fotocopy seolah-olah menodong kita untuk menggunakan jasanya. Misalnya ketika kita berurusan dengan administrasi Negara, sudah pasti kita akan diwajibkan memfotocopy document-document yang dibutuhkan.

Ini adalah satu bentuk kejelian Tugitu untuk menangkap sebuah mesin yang digunakan dalam berproses kreatif. Jadi “Bolak-balik Fotocopy” merupakan indikasi rutinitas Tugitu dalam berproses kreatif, dan hasilnya adalah karya-karya yang dipamerkan pada pameran kali ini. Ini sejalan dengan konsep pameran di Rumput Kota yaitu karya-karya yang muda, mudah, dan murah, tanpa mengkesampingkan nilai estetik didalamnya.

Semoga pameran ini bisa menambah wacana daqn alternative dalam berproses kreatif bagi siapapun yang memiliki hasrat untuk berkarya. Selamat menikmati dan mengkoleksi!

Herlambang Bayu Aji, 2010

Mei 5, 2010

exhibition "Bolak-balik Photocopy" by Tugitu Unite

Rumput Kota invites you to come in the opening of Tugitu Unite’s exhibition, “Bolak-balik Fotocopy” at 8th of May 2010 in Rumput Kota. for our location check it in Peta Penting. see you!

Mei 4, 2010

rumput kota and friends. looking forward of our next projects.

Mei 4, 2010

Aris BM, a ceramic artist live in Solo, he is dozen in Institute Seni Indonesia, Surakarta. our exhibition Dress Your Self was opened by him. he said that he is really happy to know Rumput Kota Art Initiative as alternative place and program of art in Solo.

April 6, 2010

we invites you all to visit us!!!

April 4, 2010

App Love

an art work by Amigo. This is her first experience to print t-shirt with silk screen.

EXHIBITION “DRESS YOURSELF”

April 4, 2010

…”Akhirnya!” terwujud juga program pameran pertama di Rumput Kota setelah perjalanan panjang persiapan project ini, dengan berbagai keterbatasan, kesulitan, dan suka citanya. Rumput Kota adalah sebuah kelompok seniman muda yang berinisiatif untuk menyelenggarakan event-event senirupa dengan melibatkan seniman muda dan generasi muda. Setelah sekian lama, kini Rumput Kota mulai melangkahkan kaki untuk yang pertama ditandai dengan pameran graphic art on t-shirt “Dress Your Self” sebagai hasil workshop yang sebelumnya juga diselenggarakan di Rumput Kota.

“Dress Your Self” adalah sebuah pembacaan sosial ekonomi yang berkembang dimasyarakat khususnya diperkotaan atas merebaknya industry t-shirt oleh kalangan muda. Dengan karya visual berupa seni grafis di atas kaos. Bagi beberapa orang t-shirt bisa dijadikan untuk mempertegas status sosial mereka ditengah masyarakat. Penandaan dan symbol-simbol yang ada di t-shirt akan menjadi pilihan bagi penikmat kaos sebagai barang ekonomis atau pun kesukaan dan kesamaan gagasan antara symbol yang ada di kaos dengan mereka para penikmatnya.

Misalnya kaos-kaos yang memiliki pencitraan tokoh-tokoh tertentu, mulai tokoh sejarah, politik, olah raga, musisi, sampai tokoh kartun. Kata atau kalimat yang bisa menjadi perwakilan atas ide gagasan, atau bahkan doktrin yang sejalan antara apa yang tertera dan apa yang ada dalam pikiran penikmat kaos.

Namun, dalam pameran kali ini para peserta workshop ditawarkan oleh kurator untuk mencari pencitraan yang bisa mewakili mereka sebagai generasi muda kota Solo dengan hiruk pikuk antara kebudayaan tradisi dan perkembangan gaya hidup masyarakat urban saat ini. Bahwa Solo sebagai satu wilayah kota yang kental akan lokalitas kebudayaan, menjadikan kota ini selalu diidentikan dengan kebudayaan tradisi. Keberadaan kraton Kasunanan dan Mangkunegaran, kota Solo mendudukkan dirinya sebagai salah satu kota dengan kesenian tradisinya yang kuat.

Dengan perkembangan modernisasi pada masyarakat urban seperti saat ini, menuntut perubahan yang pelan namun pasti. Perubahan ini tak terhindarkan, karena sesuai perkembangan jaman, kota Solo harus mampu mendinamisasi dirinya untuk mengimbangi arus modernisasi itu sendiri. Munculnya mall, industry, perubahan gaya hidup masyarakat kota, dan lain sebagainya telah membuat kota Solo lebih berwarna, secara organic kota Solo akan mendandani dirinya dan masyarakatnya sendiri.

Dengan workshop ini diharapkan para peserta akan mampu melakukan sebuah pembacaan kotanya sebagai tempat mereka berdomisili sesuai cara pandang mereka masing-masing. Pameran ini juga diikuti oleh para seniman-seniman grafis yang lain yang telah ikut berinisiatif dalam perkembangan industry seni kaos di kota solo. Selamat menikmati.

Herlambang Bayu Aji, 2010

EXHIBITION

April 1, 2010

DATANGLAH!!!DATANGLAH!!!